Feeds RSS

Minggu, 09 November 2014

PSIKOLOGI MANAGEMENT 2

MOTIVASI

Pengertian motivasi, motiv berasal dari bahasa latin movere yang berarti bergerak atau bahasa inggrisnya to move. motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force). jadi motivasi adalah keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong perilaku ke arah tujuan.berikut teori motivasi menurut beberapa ahli:

1. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
 
Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu:1.kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex. 2.kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual.3. kebutuhan akan kasih sayang (love needs). 4.kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status. 5.aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.



Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain, misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer, sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu, yang jelas adalah bahwa sifat, jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi bersifat pskologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual.

Semakin banyaknya organisasi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dan makin mendalamnya pemahaman tentang unsur manusia dalam kehidupan organisasional, teori “klasik” Maslow semakin dipergunakan, bahkan dikatakan mengalami “koreksi”. Penyempurnaan atau “koreksi” tersebut terutama diarahkan pada konsep “hierarki kebutuhan “ yang dikemukakan oleh Maslow. Istilah “hierarki” dapat diartikan sebagai tingkatan. Atau secara analogi berarti anak tangga. Logikanya ialah bahwa menaiki suatu tangga berarti dimulai dengan anak tangga yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Jika konsep tersebut diaplikasikan pada pemuasan kebutuhan manusia, berarti seseorang tidak akan berusaha memuaskan kebutuhan tingkat kedua,- dalam hal ini keamanan- sebelum kebutuhan tingkat pertama yaitu sandang, pangan, dan papan terpenuhi; yang ketiga tidak akan diusahakan pemuasan sebelum seseorang merasa aman, demikian pula seterusnya.

Jadi jika karyawan bekerja keras, dengan penuh semangat dan giat itu karena adanya motivasi untuk dapat memuaskan kebutuhan fisiologis, rasa aman, kasih sayang, kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri yang dikemukakan oleh maslow akan hirerarki kebutuhan.

2. Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)
 
Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Murray sebagaimana dikutip oleh Winardi merumuskan kebutuhan akan prestasi tersebut sebagai keinginan“Melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan yang sulit. Menguasai, memanipulasi, atau mengorganisasi obyek-obyek fisik, manusia, atau ide-ide melaksanakan hal-hal tersebut secepat mungkin dan seindependen mungkin, sesuai kondisi yang berlaku. Mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi. Mencapai performa puncak untuk diri sendiri. Mampu menang dalam persaingan dengan pihak lain. Meningkatkan kemampuan diri melalui penerapan bakat secara berhasil.” 
Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu:1.sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat. 2. menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain. 3.menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah. 

 
Menurut teori ini karyawan bisa mengatasi kendala-kendala, mencapai standar tinggi sehingga bisa mencapai keberhasilan untuk diri sendiri.

3.Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)

Ilmuwan ketiga yang diakui telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman motivasi Herzberg. Teori yang dikembangkannya dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”.

Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang.

Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku.

Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik.

 KEPEMIMPINAN

1.Otokratik

Gaya Kepemimpinan Otokratik Menurut Sudarwan Danim kata otokratik diartikan sebagai tindakan menurut kemauan sendiri, setiap produk pemikiran dipandang benar, keras kepala, atau rasa aku yang keberterimaannya pada khalayak bersifat dipaksakan. Kepemimpinan otokratik disebut juga kepemimpinan otoriter.

Mifta Thoha mengartikan kepemimpinan otokratis sebagai gaya yang didasarkan atas kekuatan posisi dan penggunaan otoritas. Jadi kepemimpinan otokratik adalah kepemimpinan yang dilakukan oleh seorang pemimpin dengan sikapnya yang menang sendiri, tertutup terhadap saran dari orang lain dan memiliki idealisme tinggi. 



2.Demokratik

Kepemimpinan demokratik menitikberatkan pada bimbingan yang efisien pada para anggotanya. Koordinasi pekerjaan terjalin dengan baik dengan semua lini, terutama penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerja sama yang baik.

Kepemimpinan demokratik menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan, bersedia mengakui keahlian para sepesialis dengan bidangnya masing-masing, pada saat-saat kondisi yang tepat.

3.Permisif


pemimpin permisif merupakan pemimpin yang tidak mempunyai pendirian yang kuat, sikapnya serba boleh. Pemimpin memberikan kebebasan kepada bawahannya, sehingga bawahan tidak mempunyai pegangan yang kuat terhadap suatu permasalahan. Pemimpin yang permisif cenderung tidak konsisten terhadap apa yang dilakukan.


sumber :


http://jurnal.feunsika.ac.id/wp-content/uploads/2013/06/Pengaruh-Gaya-Kepemimpinan-Terhadap-Kinerja-Karyawan.pdf 
eprints.uny.ac.id/7829/3/BAB 2 - 08108241026.pdf

Sabtu, 11 Oktober 2014

Pemahaman Mengenai Psikologi Manajemen

Nama : Desi amalina
Kelas : 3PA11
NPM : 11512884

soal :
1. Tentukan unsur psikologi apa saja ang dibutuhkan untuk melakukan planning, oganizing, actuating dan controlling!
2. Tuliskan peilaku apa saja yang bisa digunakan untuk melakukan planning, organizing, actuating dan controlling! (sebanyak mungkin yang bisa digunakan)
3. Pelajarilah sistem manajemen ang spesifik dai sebuah perusahaan manufaktur (pabrik ang memproduksi). buatkan rangkuman sistem manajemenna dalam konsep ang spesifik dan menyeluruh. 
Jawaban :
1. Unsur psikologis: 1. Unsur kognitif, 2. unsur sikap kerja, 3. unsur kepribadian.
  • Unsur kognitif dapat diuraikan kedalam tiga bentuk perilaku kognitif, yaitu daya tangkap kognitif untuk memahami tugas(baik melalui informasi, kalimat, simol ataupun angka), daya berfikir ang konseptual(membangun konsep berfikir yang meneluruh dan sistematis), dan uga dari analisa berfikir (menciptakan hasil pemikiran yang tepat untuk selesaikan masalah.
  • Unsur sikap kerja bisa dilihat didalam beberapa aspek sikap kerja. yaitu ketahanan terhadap tekanan (daya tahan stress), cara kerja yang cepat untuk selesaikan pekerjaan, kemampuan untuk mencapai prestasi kerja yang memuaskan, ketelitian dalam melakukan pekerjaan.
  • Unsur kepribadian bisa berupa daya penyesuaian diri (adaptasi), kemampuan menalin interaksi dan hubungan ang baik, kemauan untuk bekerja sama dan juga bisa berupa kemampuan untuk memimpin. 
2.Perilaku yang di butuhkan adalah bentuk perilaku yang sudah disesuaikan dengan setiap satuan rumusan manaemen. misalnya saja untuk bisa membuat perencanaan (planning) maka perilaku yang dibutuhkan adalah perilaku yang bisa mengarahkan proses kognitifna untuk menangkap arahan dan intruksi kerja, menbuat konsep berfikir yang logis dan uga kognitif yang bisa di libatkan untuk menyelesaikan masalah pekerjannya. 
3. Konsep yang spesifik di artikan juga sebagai penerapan manajemen sampai kepada lingkup   kerja yang paling kecil.bagian kera yang ruang lingkupn kerjanya kecil didalamnya juga perlu diterapkan  konsep manajemen. tujuannya adalah supaya perusahaan mempunyai sistem manajemen yang di terapkan secara komprehensif. karenana kinerja yang mampu di proleh perusahaan adalah hasil kerja yang mampu dihasilkan oleh seluruh unit kerja, tanpa terkecuali (hasil dari sistem yang menyeluruh) : 

Sistem manajemen dalam sebuah perusahaan manufaktur.
Menciptakan sistem dan mekanisme kerja yang berlaku, adalah suatu usaha dari perusahaan  untuk membuat alur kerja yang terarah (sistematik) dan membuat aturan-aturan kerja yang membuat proses dari setiap alur kerja yang ada bisa berjalan secara terti dan tidak tumpang tindih (overlap).
membuat perencanaan kerja yang efektif, di artikan sebagai suatu usaha dari perusahaan untuk membuat konsep strategi kerja yang tepat.